Definisi Membaca

membaca1111A. DEFINISI MEMBACA
Menurut Andersron dkk : mengatakan bahwa membaca merupakan “ suatu proses untuk memahami makna suatu tulisan.” Sementara Hari ( 1970: 3) mengatakan “ Membaca merupakan interprestasi yang bermakna dari simbol verbal yang tertulis /tercetak”
Proses yang dialami dalam membaca adalah berupa penyajian kembali atau penafsiaran suatu kegiatan dimulai dari mengenali huruf , kata, ungkapan, frase, kalimat, dan wacana dan menghubungkannya denganbunyi dan maknanya.
Kesimpulannya Membaca adalah kemampuan bahasa tulis yang bersifat reseptif , yaitu kemampuan yang meliputi kegiatan kompleks dan melibatkan keterampilan. Jadi kegiatan membaca merupakan suatu kesatuan kegiatan yang terpadu yang mencakup beberapa kegiatan seperti mengenali huruf dan kata kata, menghubungkannya dengan bunyi, maknanya serta menarik kesimpulan dari maksud bacaan.

B.TAHAPAN DALAM MEMBACA
Ada 4 tahapan dalam berbahasa yang hingga sampai saat ini masih diangap benar, yaitu :
1. Mendengarkan
2. Berbicara
3. membaca
4. Menulis
Pada tahap pertama dan kedua adalah bahasa lisan, sedangkan dua tahap terakhir adalah bahasa tulisan. Tahap tahap yang dimunculkan dalam psikolinguistik sebelum lahir ini ternyata merupakan landasan psikolinguistik yang kuat. Maksudnya adalah bahwa dalam tahapan bahasa anak terlebih dahulu menangkap atau memahami apa yang orang lain katakan sebelum ia bisa berkata seperti apa yang kita katakan.
Ketika anak mulai berbahasa dengan mendengarkan terlebih dahulu baru kemudian membaca dan menulis. Tetapi dua tahapan terkahir ini bukanlah merupakan persyaratan hidup, karena tanpa membaca dan menulis manusia masih bisa mempertahan kan hidupnya. Namun demikian dalam pandangan masyarkat modern, membaca (dan menulis) merupakan bagian yang tidak dapat dikesampingkan, karena tanpa dua kemampuan ini, kita hanya akan terbatas pada apa yang ada disekitar kita saja. Oleh sebab itu manusia modern umumnya bisa membaca dan menulis.
Dalam membaca ada dua tahapan, yaitu :
1. Tahapan Pemula
2. Tahapan Lanjut

1. TAHAPAN PEMULA
Pada tahap ini yang perlu dicapai adalah dari tidak bisa membaca jadi bisa membaca. Hal yang perlu diperhatikan pada tahap ini adalah keteraturan bentuk dan pola gabungan huruf. Untuk keteraturan bentuk dan pola gabungan huruf diperlukan kemampuan anak dari segi psikologi dan neurologis.
Sebelum mengajarkan membaca pada anak, dasar dasar kemampuan membaca atau kesiapan membaca perlu dikuasai oleh anak.
1.1 Psikologi
a. Kemampuan Membedakan auditoral
Psikologinya anak perlu mengembangkan kemampuan kognitifnya dalam membedakan bentuk sehingga diperlukan bekal atensi dan motivasi. Anak anak harus belajar memahami suara suara umum dilinngkungan mereka dan mampu membedakan suara suara tersebut. Mereka harus memahami kosep volume, rangkaian, tekanan , tempo, pengulangan dan kontras huruf dalam alfabet. Terutama suara suara yang dihasilkan konsonan awal dalam kata. ( Mis: suara huruf D dan suara T, huruf M dan N )
Beberapa contoh kegiatan untuk membedakan auditoral misalnya : guru bisa meminta anak anak untuk memberi nama sesuatu yang dimulai dengan suara yang sama dengan namanya.

b. Kemampuan diskriminasi Visual
Dalam hal ini anak-anak harus bisa belajar memahami objek dan pengalaman umum dengan gambar gambar pada foto, lukisan dan pantomim. Mereka harus belajar mengidentifikasi bentuk , warna warna dasar, menggabungkan objek objek berdasarkan warna, bentuk atau ukuran.
Beberapa contoh kegiatan ini misalnya: guru bisa meminta menyalin bentuk bentuk geometris seperti lingkaran , bujur sangkar, segitig dan busur.

c. Kemampuan membuat hubungan suara dengan simbol
Dan akhirnya anak harus bisa mengkaitkan huruf besar dan huruf kecil dengan nama mereka dan dengan suara yang mereka representasikan. Ia harus tahu bahwa d disebut de dan menetapkan suara pada awal kata ”daging ”

d. Kemampuan perseptual Motoris
Mereka harus melatih kemampuan ini dengan cara menyusun puzzle sederhana, lukisan dengan tangan , membentuk tanah lihat dan keamampuan yang berhubungan dengan motorik halus. Hal ini perlu untuk menyalin huruf dan kata untuk menulis nama mereka yang memadukan suara.
Selain itu diperlukan kemampuan asosiatif yang mengaitkan sesuatu dengan sesuatu yang lain. Dalam hal ini adalah membaca dengan menyimbolkan apa yang dia suarakan ke dalam bentuk tulisan (simbolisasi).

1.2. Neurologi
Neurologinya, anak akan dapat membaca jika neuro-loginya telah memungkinkan. Maksudnya adalah membaca dapat dilakukan jika memang anak dapat berbicara dan memenuhi prasyarat-prasyaratnya, yaitu penguasaan system fonologi bahasa mereka, kemampuan sintaksis, dan kemampuan semantik.
Anak anak sebelum bisa menulis dan membaca memiliki kemapuan subtansial yaitu berbicara dan mendengarkan, meskipun demikian kemampuan ini harus ditingkatkan dan diperbaiki. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa membaca hanya dapat dilakukan oleh anak yang sudah memiliki prasyarat tertentu dalam berbicara.
a. Kemampuan penguasaan system fonologi bahasa mereka
Kemampuan membedakan bunyi bunyian yang adalam dalam kata kata dalam bahasa mereka. Artinya anak Amerika tentunya akan sadar bahwa tulisan mboten dan nguping bukanlah kata dalam bahasa Inggris (fonologi). Maksudnya mereka akan sadar bahwa bunyi bunyi tertentu tidak ada dalam bahasa dia.

b. Kemampuan Sintaksis
Merupakan kemampuan dimana seorang anak mampu memahami tata bahasa didalam bahasanya, maksudnya seorang anak akan menyadari bagaimana pola sebuah kalimat itu harus ada pelaku, perbuatan, dan yang terkena perbuatan (sintaksis). Dalam bahasa Inggris maupun Indonesia urutannya adalah Subjek + Verb ( kata kerja / predikat) + Objek.

c. Kemampuan Semantik
Merupakan kemampuan anak untuk membedakan kata secara terpisah ataupun gabungan. Contohnya : anak akan dapat membedakan makna kata sapu dan saputangan.

2. TAHAP LANJUTAN
Ditahap ini membaca dapat didefinisikan sebagai suatu proses untuk menganalisa input yang berupa bahan tertulis dan menghsailkan output yang berupa pemahaman atas bahan tersebut.
Pada tahap ini, yang perlu dicapai adalah pemahaman makna melalui beberapa pemenuhan prasyarat. Yaitu :
a. kemampuan pemrosesan kata dan kalimat.
Jadi bagaimana makna kata terkait dengan makna kata yang lain (sapu lidi vs sapu lidi), apa yang menjadi referen pada anaphora (hendrik datang, kemudian dia pergi vs dia datang, kemudian hendrik pergi), pengudaraan kata-kata yang ambigu dari konteks, peran tanda baca (“Istriku, yang tinggal di Tangerang, cantik” versus istriku yang tinggal di tangerang cantik), dan untuk bahas-bahasa yang mempunyai perbedaan akibat waktu (tenses) (Yes, I love him vs Yes, I loved him).
b. kemampuan untuk memahami apa yang tersirat dalam bacaan
Penulis terkadang tidak selamanya menyatakan sesuatu secara ekspilit. Karena itu pembaca dalam tahap ini harus bisa memahami apa yang tersirat dalam bacaan. Misalnya penulis memberikan gambaran tentang kota besar yang suka macet dan banyak terjadi kejahatan. Ini bisa merupakan makna tersirat dari tinggal di kota besar itu tidak menyenagkan.

c. kemampuan untuk menangani ihwal yang baru
Terkadang ketika kita membaca kita akan menemukan kata yang tidak biasa kita dengar atau pemakaian berbeda pada yang biasa kita dengar. contoh kata kilir, jika biasanya digunakan untuk tangan dan kaki. Namun kata kilir juga bisa dipadankan dengan kata lidah, yang berarti keliru dalam berbicara.

d. kemampuan untuk memilih
Setiap orang membaca karena ada tujuannya, sehingga dua orang yang membaca satu bacaan yang sama akan menhgasilkan komprehensi yang berbeda juga bila tujuan membacanya berbeda. Misalnya membaca sejarah Pangeran Diponogoro, pembaca A bertujuan mengetahui kapan terjadinya perang tersebut, dan pembaca B ingin mengetahui tokoh tokoh yang ada dalam perang tersebut.

Posted on Juni 22, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: